Kalau bukan bersama mereka, aku tak tahu lagi harus bagaimana menjalani hari-hari terakhirku di tempat ini. Semenjak aku kenal keduanya, aku sudah sangat terbiasa dengan keberadaan mereka. Hilang satu seperti kehilangan sepertiga jiwa. Mungkin terdengar berlebihan, tapi itulah arti mereka bagi seorang aku.
Dulu, aku sering hilang ditelan keramaian karena imajinasiku sendiri. Aku terlalu sering asyik dengan duniaku sendiri sebelum akhirnya membawa mereka, dua orang itu, masuk ke dalam dunia dongeng seorang Sara Ernesia.
***